13Jan

Ciri-ciri Jaringan Epidermis Serta Cara Kerjanya, Bisa Kamu Amati

Pengertian jaringan epidermis ialah, lapisan jaringan paling di luar pada tumbuhan yang berfungsi sebagai pelindung atau penutup semua organ.

Skema jaringan epidermis ialah lapisan paling luar tumbuhan. Terbagi dari epidermis, pertumbuhan stomata dan epidermal. Epidermis biasanya terdiri dari lapisan tunggal sel parenkim yang dihasilkan rapi tidak memiliki ruang interselular.

Setiap daun berbagai sel khusus yang meliputi stomata disebut sebagai sel penjaga. Kloroplas ada hanya di sel penjaga epidermis. Umumnya sel epidermis lainnya tidak mempunyai kloroplas. Bagian luar epidermis pada umumnya ditutupi kutikula.

Stoma adalah pori-pori menit yang dikelilingi oleh dua sel pelindung. Stomata terjadi terutama pada epidermis daun. Pada sebagian tanaman semacam tebu, sel pelindung dibatasi oleh beberapa sel tertentu. Mereka terdapat perbedaan dari sel epidermis lainnya. Sel ini diberi nama sel anak perusahaan atau aksesori.

Jaringan epidermis didapatkan dari protoderm. Setelah tua dapat tetap ada ataupun rusak, apabila hancur lalu akan digantikan oleh gabus. Jumah jaringan epidermis umumnya 1 lapis tetapi dapat juga dengan bentuk ukuran yang variatif.

Epidermis yang terbagi dari satu lapis disebut dengan epidermis ganda bila asalnya dari protoderm, contoh daun moraceae, akar anggrek atau disebut hipodermis jika bersumber dari meristem jaringan dasar.

Jenis-jenis Jaringan Maristem

Jaringan epidermis daun ? ada di bagian bawah daun, tidak mengandung klorofil.

Jaringan epidermis batang ? berwujud lapisan tebal (kutikula).

Jaringan epidermis akar ? menjadi pelindung akar serta area terjadinya difusi dan osmosis nutrisi.

Macam Jaringan Epidermis

Rambut akar: Adalah perubahan dari epidermis yang berfungsi dalam proses penyerapan air di tanah.

Sel silika dan gabus: Silica mengandung kristal silica, sedangkan sel gabus mengandung endapan suberin. Dua sel tersebut selalu berpasangan, umumnya ditemukan pada tulang daun gramine.

Litokis: Merupakan sel yang berisi dari epidermis normal dengan perkembangan tertentu ke arah dalam. Sel tersebut memiliki kristal kalsium karbonat yang dikenal dengan sistolit.

Sel kipas/bulliform: Berupa sederet sel yang cukup besar dari sel epidermis, vakuola besar, berdinding tipis, dan berisi air. Efek dari sel kipas merupakan sebagai membuka dan menutup daun (daun yang tergulung).

Stomata: Adalah Akses dari kedua sel penutupnya. Sel penutup ialah dua sel yang berbentuk tertentu menutupi celah. Stomata dapat didapati dalam daun, rhizoma, batang, perhiasan bunga, bakal buah dan biji. posisi stomata bisa sejajar dengan lapisan epidermis (fanerofor) atau tenggelam (Cryptofor).

Trikoma: Merupakan benjolan epidermis yang terdiri dari 1 sel atau lebih yang difungsikan sebagai ciri taksonomi familia.

Efek trikoma di tumbuhan merupakan sebagai penjaga akan serangan yang berasal dari luar dan mengurangi penguapan.

Jenis-jenis Jaringan Epidermis

Vakuola besar bisa berisi antosianin.

Susunan sel rapat tidak ada ruang antar sel.

Lapisan sel beragam, tergantung dari peran dan jenis tumbuhannya.

memiliki kandungan sitoplasma yang tinggal dan mengandung kristal garam, silikat, dan garam minyak.

Tanpa berkloroplas, kecuali di bagian sel pelindung, pada
hidrofit dan tumbuhan di bawah perlindungan.

Pengaruh Jaringan Epidermis

Memproteksi Semua Organ Tumbuhan

Peran paling utama ialah sebagai pelindung yang mencakup semua organ dalam tumbuhan, diawali dari akar, batang dan daun dalam bermacam keadaan dan efek lingkungan luar. Sel-sel yang tersusun dengan susunan yang teratur menyebabkan organ bagian pada badan tumbuhan terlindungi.

Terjaga dari berubahnya suhu udara, kelembapan, infeksi patogen seketika. Dengan demikian ciri-ciri jaringan tersebut terdapat bentuk lebih keras jika disamakan dengan jaringan yang lain, dilengkapi bulu akar, sel kipas, dan spina (duri).

Penimbunan Wadah Air

Sel-sel dalam epidermis terdapat protoplasma yang seperti pipih dna berukuran besar. Hal demikian menjadikannya sebagai salah satu tempat penyimpanan air untuk tumbuhan.

Ketika musim panas datang diikuti dengan takaran air tanah tidak mencukupi, maka air-air yang telah disimpan di dalam protoplasma akan diambil kemudian diangkat ke daun untuk diproses secara fotosintesis.

Pengambilan Zat Air dan Unsur Hara

Epidermis yang berada di dalam akar juga berfungsi untuk pengambil air serta unsur hara pada tanah. Manfaat tersebut diaplikasikan, khususnya oleh trikomata yang termodifikasi menjadi bulu akar.

Menanggulangi Penguapan pada Tumbuhan

Efek epidermis selanjutnya ialah berperan untuk jaringan pengatur proses transparasi atau peluapan air dari tumbuhan. Fungsi demikian dilakukan oleh stomata yang menjadi beberapa komponen dari epidermis selain trikomata.

Saat suhu udara naik, stomata dalam jaringan epidermis akan membatasi dengan rapat agar jalanya transparasi tumbuhan dapat disesuaikan, namun pada suhu udara rendah, stomata akan memberikan celah dengan sangat lebar bertujuan dapat terbuang ke udara dan tidak membeku di jaringan tumbuhan.

Kadangkali stomata juga menjadi jalan sekresi air dari tumbuhan, melalui pemrosesan yang disebut gutasi.

Difusi Karbondioksida dan Oksigen

Manfaat jaringan epidermis ini dijadikan tempat proses difusi karbondioksida dan oksigen ketika tumbuhan melakukan sekresi dan respirasi hasil fotosintesis. Pada umumnya reaksi ini bisa terjadi pada daun dengan stomata sebagai organ pelaksanaannya.

Stomata pada daun yang dapat melakukan difusi ini biasa dimanfaatkan petani untuk mengaplikasikan pupuk daun di tanamannya. Unsur hara yang digunakan melalui daun akan diproses sepenuhnya melalui difusi yang dilakukan oleh stomata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *