21Dec

Syarat Wajib dan Rukun Melakukan Akad Jual Beli

Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupannya mau tidak mau harus berinteraksi dengan orang lain. salah satu interaksi yang sering terjadi diantara manusia dalam rangka memenuhi kebutuhannya, yaitu interaksi jual beli. Di dalam islam, kegiatan jual beli pun hukum dan prosesnya telah diatur dalam Al Quran. Hal ini bertujuan agar kegiatan jual beli tersebut dapat dilakukan dengan lancar dan tidak menimbulkan keburukan. Dalam kegiatan jual beli, ada yang namanya Akad Jual Beli, yaitu keinginan atau kemauan seseorang untuk melakukan proses jual beli dengan ikhlas. Atau bisa juga disebut sebagai Ijab qabul dalam kegiatan jual beli antara penjual dan pembeli yang sesuai dengan syari’at islam. Jual beli sendiri pada dasarnya adalah kegiatan melakukan transaksi penukaran antar barang dengan barang, nah barang yang satunya sekarang ini lebih diartikan sebagai uang. Hukum jual beli pada dasarnya adalah halal, namun hal tergantung pada situasi dan kondisi. Jadi jual beli bisa saja halal, namun bisa juga haram.

Syarat Akad Jual Beli

Dalam Akad jual beli, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu yang pertama, Ridha dari penjual dan juga pembeli. Maksudnya adalah penjual dan pembeli dalam melakukan jual beli hendaknya didasarkan atas rasa suka sama suka atau ikhlas. Syarat yang kedua adalah merdeka, mukallaf atau dengan kata lain penjual dan pembelinya dapat melakukan transaksi jual beli dengan akal. Syarat ketiganya yaitu barang yang dijual adalah benar milik penjual atau yang mewakili. Maksudnya adalah bila seseorang penjual tidak memiliki hak untuk menjual barang tersebut, maka Akad jual beli tersebut dianggap tidak sah. Misalnya bila barang itu adalah barang curian, berarti akad yang telah dilakukan tidak bisa dianggap sah.

Rukun Akad Jual Beli

Selain harus memenuhi syarat jual beli, bila kita kan melakukan Akad jual beli kita juga harus memenuhi rukun jual beli. Rukun jual beli sendiri jumlahnya ada tiga yaitu yang pertama, dua pihak yang melakukan jual beli, maksud dari kedua pihak ini adalah penjual yang menjual barang atau yang mewakilinya, dan pembeli yang menginginkan barang tersebut. kedua pihak ini harus ada, jika salah satunya tidak ada maka akadnya tidak bisa dianggap sah. Rukun yang kedua adalah Sighat al akad atau kalimat Ijab dan Qabul yang diucapkan oleh kedua belah pihak yang menandakan penyerahan barang dari si penjual kepada si pembeli. Bila semua rukun itu telah terpenuhi, maka Akad dianggap sah.

Sebagai muslim, jika kita melakukan akad jual beli kita harus memenuhi syarat dan rukun diatas agar nantinya transaksi jual beli tersebut tidak memberi mudharat. Mudharat adalah akibat buruk yang ada setelah atau saat melakukan transaksi jual beli, misalnya seperti kerugian bagi pembeli karena brang yang dijual rusak atau busuk. Kita sebagai umat islam telah diajarkan untuk senantiasa bersikap jujur dan adil dalam segala hal, termasuk dalam hal jual beli. hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi perpecahan antar manusia. Hukum dan ketentuan dalam transaksi jual beli menurut islam dibahas dalam ilmu Fiqh. Didalam ilmu Fiqh selain jual beli, juga membahas hal lain seperti zakat dan sedekah. Setelah membaca hal-hal mengenai Akad jual beli di atas, semoga kita dapat melakukan transaksi jual beli yang sah menurut islam.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *