08Feb

Bayi Kamu Dalam Proses Tumbuh Gigi, Kenali Tipe Penyakit Ini

Senyuman bayi sungguh semakin gregetan apalagi masa usai timbulnya gigi. Setiap anak memiliki masa keluarnya gigi berbeda-beda namun masanya tak mungkin ditentukan. Kebanyakan bayi keluarnya gigi baru pada usia antara empat bulan sampai satu tahun. Walaupun sering ada yang kurang amaupun lebih.

Meskipun terdapat perbedaan masa munculnya gigi pada bocah tapi gejala yang dialami pada setiap bayi hampir sama. Di masa tersebut merupakan suatu masa ketidaknyamanan dan rasa nyilu pada gusi si bayi. Sehingga bocah akan rewel atau sering menangis. Tapi bagi para ibu gak perlu bingung, alasan itu merupakan tanda-tanda bayi keluarnya gigi. Dengan begitu mesti diketahui bagaimana ketika tanda-tanda anak kecil timbulnya gigi anak kecil sehingga seorang ibu dapat memahami hal tersebut.

Rasa Sakit pada Gusi

Dari rasa nyeri pada saraf lunak pada gusi sebab dari infeksi. Kebanyakan keluarnya gigi perdana akan terasa sakit, begitu juga pada saat munculnya gigi geraham yang diketahui seperti yang sangat menyakitkan. Ibu tak perlu takut, karena bertepatan dengan keluarnya gigi si bocah yang lagi berlanjut, perlahan-lahan si bayi akan menganggap terbiasa dengan tumbuhnya gigi dan perasaan tak aman di hari kemudian.

Sering Mengeluarkan Air Liur

Pada munculnya gigi dapat memicu pengeluaran air liur terhadap mulut bayi. Sampai tidak heran jika Ibu terkadang melihat mulut anak kecil kerap mangap dan air liur keluar dari mulutnya.

Sering Menggigit

Desakan pada keluarnya gigi yang bakal keluar dari gusi menjadikan rasa nyeri pada gusi bocah. Hal tersebut bakal menjadikan ketidaknyamanan pada keadaan anak kecil tersebut. Tidak cuma itu saja, rasa risih dan gatal terhadap gusi bocah membuat bocah ingin meluapkan dengan menggigit sesuatu yang dipegang bahkan sampai menggigit pentil ibu diwaktu sedang menyusu.

Batuk-Batuk

Pengeluaran air liur yang banyak karena keluarnya gigi menyebabkan bayi mudah tersendak bahkan hingga batuk-batuk. Itu terjadi karena berlebihannya air liur yang memenuhi mulut. Namun jika gak ada timbulnya gejala flu, pilek, atau alergi tentunya tanda yang satu ini gak menjadi rumit. Namun jika memang mengalami batuk-batuk terus dapat jadi bocah mengalami sakit akibat virus dan sebagainya.

Ruam Pada Dagu atau Wajah

Tak hanya ngences dan batuk-batuk, netesnya air liur yang amat berlebihan selama momen pertumbuhan gigi pula memicu timbulnya ruam kulit yang meranggas di sekeliling area mulut, dagu, sering kali di leher. Penyebabnya yaitu bergesekan langsung dengan air liur tersebut. Oleh sebab itu, Ibu semestinya rajin mengusap air liur bayi dengan sapu tangan yang halus guna mengurangi keluarnya ruam. Tapi, apabila ruam pernah terbentuk, berikan krim atau lotion terhadap bayi dengan lembut dan nyaman bagi si bayi.

Tidak Nafsu Makan

Dengan rasa sakit di gusi ketika munculnya gigi tidak cuma membuat bayi merasa tak enakan, namun juga mampu menurunkan nafsu makan. Apalagi ketika menyusu saja dapat memicu gusi nyilu. Oleh karena itu, tak perlu heran jika bayi menolak dikasih makanan keras atau susu waktu giginya akan tumbuh.

Sering Rewel

Gusi anak kecil yang dirasakan nyeri bakal membuat si kecil sering rewel. Hal itu sangatlah wajar sebab mengalami ketidaknyamanan yang dirasakan si anak sesungguhnya bukan sekedar diakibatkan oleh sakit gusi, justru juga disebabkan oleh prosesnya sel-sel di gusi yang mati dan sobek biar gigi bisa tumbuh keluar. Tak heran kalau menjadikan si kecil rewel justru sampai gangguan kesehatan.

Terjadinya Demam

Kebanyakan terkadang terjadi peradangan pada fisik bakal menimbulkan demam, demikian juga dengan infeksi yang terjadi pada gusi sebab keluarnya gigi. Walaupun demam yang terjadi kebanyakan sebatas demam rendah saja, sehingga mampu ditangani dengan gampang di rumah.

Hematoma Gusi

Gejala keluarnya gigi pada bayi yang sudah jelas yaitu hematoma atau terjadinya pendarahan terhadap bawah gusi. ditunjukkan dengan kepulan kemerahan pada bawah gusi misalnya gusi bengkak. Walaupun Ibu tak mesti bingung, karena tanda-tanda ini bakal sehat dengan sendirinya waktu gigi sudah tumbuh. Untuk mengatasi nyeri, Ibu juga mampu menyalurkan pertolongan menggunakan kompres dingin.

Sulit Tidur Nyenyak

Dengan mengalami sakit membuat bocah mengalami tak aman sehingga bayi sulit tidur dengan tenang. Kebanyakan, Ibu mengatasinya dengan upaya menyusui. Namun ada kalanya menyusui bahkan bakal membuatnya tambah nyeri damnpak gesekan antara puting Ibu dan gusi bocah. Untuk memberinya kenyamanan, Ibu mampu membuat bayi adem dengan teknik menepuk-nepuknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *