13Nov

Gamis Pria yang Model Terbaru dan Lagi Nge-hits

Menyembunyikan aurat ialah kewajiban kepada setiap masyarakat muslim, baik itu laki-laki dan wanita. Para Ahli Agama madzhab Syafi’i berpendapat bahwa aurat para kaum putra yakni yang diantara puser dan dengkul. Sebaliknya bagi wanita, seluruh badan selain rupa dan telapak tangan.

Secara terbuka, memakai seluruh tipe pakaian (kecuali dari ramuan yang tidak diperbolehkan) ialah diperbolehkan selama dia membungkus aurat. Tetapi, mengenakan pakaian-pakaian yang dipakai maupun menyukai oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam nyata mempunyai keutamaan tersendiri dibanding busana biasa.

Tetapi, tidak banyak kecil syaikh berpendapat maka menggunakan busana yang digunakan oleh Nabi hanya adalah budaya atas negara Arab. Bahwa dari gagasan ini, gamis, sekiranya, tidaklah termasuk sunnah.

Gamis Pria yang Model Terbaru

Terlepas dari gagasan terkandung, kebanyakan ustad yakin kesimpulan, apabila orang mengenakan baju ‘sunnah’ tersebut dengan awal kasih sayang kepada Nabi, lalu ia tentu mendapat pahala dari sayang tersebut.

Dalam kesempatan kali ini, silahkan saya periksa sedikit betapa sunnah-sunnah Rasulullah di dalam baju tiap hari.

Peci dan ‘Imamah

gamis pria
thepicta.com

Saat ulasan pada sunnah berpakaian ini, kita berawal dari bagian kepala, gimana Rasulullah dan para sahabat.

“Dahulu (pada hari-hari di musim panas), kaum itu (Rasul dan para sahabat) bersujud pada surban, dan songkok (peci), sedang kedua tangannya pada lengan bajunya”. HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab Ash-Sholah: Bab As-Sujud ala Ats-Tsaub fi Syiddah Al-Harr (1/150)

Rasulullah menggunakan imamah/sorban yang dililit di kepala. Keadaan ini berdasarkan kejadian dari teman ‘Amr bin Harits -semoga Allah meridhoinya- pernah menyatakan:

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah berkhutbah di hadapan orang-orang dengan memakai sorban hitam di kepalanya” (HR. Muslim 1359).

Gamis dan Jubah

gamis pria
alibaba.com

Rasulullah benar-benar senang mengenakan linkvazi gamis pria linkvazi. Dikatakan, beliau senang menggunakan gamis lantara ia kian menutup semua tubuh.

Dari Ummu Salamah -semoga Allah meridhoinya-, ia berkata yang artinya :
“Pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah gamis pria.” (HR. Tirmidzi no. 1762)

KH Mushthofa Bisri menafsirkan hadits tentang pakaian yang paling disuka oleh Nabi ini dengan pakaian daerah masing-masing (yang menutup aurat, semisal batik). Sehingga, apabila kita mengenakan batik dengan niat mengikut Nabi (yang mencintai pakaian daerahnya, yaitu gamis), maka ia akan mendapat pahala.

Lainnya baju gamis pria, Nabi pun demen mengenakan pakaian luar (jubah). Ada beberapa kisah yang menjelaskan mengenai kejadian ini, tetapi kita kutip satu saja.

Dari Abu Rimtsah Rifaah At-Taymiy -semoga Allah meridhoinya-: “Saya pernah melihat Rasulullah memakai dua baju yang hijau”. (HR Tirmidzi dan Abu Daud)

“Dua baju” yang dimaksud pada hadits ini adalah baju dalam (gamis pria) serta baju luar (jubah). Contohnya bisa lihat pada gambar di bawah.

Sarung

gamis pria
freemanfashion.blogspot.com

Sarung (izaar) sudah pernah tampak dan berjibun digunakan semenjak era Nabi. Pada awalnya, sarung yang ada pada masa tertera kurang banyak sebanding dengan segalanya yang tersedia di masa sekarang.

Hanya saja, saat zaman jahiliyyah, tidak semua penduduk berencana memanjangkan kain sarung atau gamisnya mencapai melebihi mata kaki untuk menampakkan bahwa dia ialah orang berpunya atau mau membanggakan dirinya.

Wajar saja, Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam lalu mencegah untuk membentangkan kain sarung/gamis melampaui mata kaki.

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar -semoga Allah meridhoi keduanya-, ia berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya :

‘Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena sombong maka Allah tidak akan melihatnya di hari Kiamat kelak.’”
Dari Abu Hurairah -semoga ALlah meridhoinya- dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam: “Kain sarung yang berada di bawah mata kaki tempatnya di Neraka.”

Ulama berpendapat oleh hadits ini, bahwasannya tabu hukumnya menjulurkan kain celana/sarung/gamis melewati mata kaki atas berencana sombong. Adapun apabila tidak mempunyai tujuan tinggi hati, maka ulama bertentangan argumen, sebelah beroponi makruh, sebaliknya yang lainnya bergagasan mubah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *