22Feb

Sholat Sunnah Yang Sering Ditinggalkan Orang

Ibadah Sunnah yang Sering Diabaikan Orang Islam

Sholat Tahajud

Sembahyang tahajud termasuk ibadah yang begitu khusus. Termasuk ibadah sunnah yang anjurannya sering didinukilkan pada Kitab Suci diiringi bersama kelebihannya. Oleh karena itu sembahyang sunnah mana dapat menandinginya?

Sholat tersebut termasuk kebiasaan orang-orang shalih masa dulu. Dan siapa yang sekarang senantiasa melakoninya, pasti ia pun tercatat sebagai kelompok orang soleh sebagaimana mereka.

Aturan sholat tahajud pada dasarnya mirip dengan sembahyang sunnah pada umumnya. Saat ingin sholat diharuskan suci atas hadats kecil juga hadats besar; bersih jasmani, baju juga lokasi dari najis; menutup aurat; serta menghadap kiblat.

Sholat malam dikerjakan dengan dua rakaat salam. Jumhur mualim berbeda pendapat mengenai jumlah rakaatnya. Nabi Muhammad SAW terkadang melakoni 11 rakaat dengan witir dan terkadang 13 rakaat dengan witir.

Niat Sholat Malam

Jumhur ulama sependapat bahwa letak niat ada di hati. Melafalkannya bukanlah suatu keharusan. Maksudnya, tak mesti melafalkan niat. Tapi bagi kebanyakan mualim selain madzhab Maliki, hukumnya sunnah dalam rangka memperkuat hati menghadirkan niat.

Menurut madzhab Syafi’i, niat sembahyang malam ditulis sebagaimana berikut:
“Aku niat sholat sunnah Tahajud 2 rakaat karena Allah Ta’ala”

Doa

Doa sesudah sembahyang tahajud insya Allah diterima oleh-Nya. Terlebih jika dilaksanakan pada sepertiga malam yang terakhir, moment paling baik untuk memohon.

Allah berfirman: “Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya. Barangsiapa yang memohon (sesuatu) kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Dan barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya.” (HR. Bukhari)

Sembahyang dhuha

Salah satu ibadah yang begitu disarankan hingga telah menjadi satu daripada sunnah Rasul yaitu melakukan sholat dhuha. Disebut dhuha karena emang saat pelaksanaannya itu dilakukan setelah terbit fajar sampai dengan datangnya sholat dzuhur. Adapun pada masalah waktu dhuha tersebut ulama-ulama fuqohaa atau para ulama ahli ibadat mengelompokkan pada dua kelompok waktu untuk pelaksanaannya.

Niat Sembahyang dhuha

“Saya berniat sholat dhuha 2 rakaat menghadap kiblat karena allah ta’ala”.
Doa sembahyang dhuha

Doa Sholat Dhuha

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”

Sholat Taubat

Sembahyang taubat adalah cara agar mencapai salah satu amal yang tertinggi derajatnya pada sisi Allah, diantaranya taubah nasuha. Taubat merupakan sikap mengakui segala kejahatan yang dulu lakukan dan menyesalinya, serta berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Rabb telah membuat kita dengan seluruh kelebihan dan kekurangannya. Allah mendesain manusia dengan berbagai keterbatasan tidak berarti tanpa tujuan. Disini terkandung hikmah yang luas, dimana dengannya kita bisa menggali banyak pelajaran.

Niat Sembahyang Taubat

Niat sembahyang taubah yaitu dengan membayangkan keinginan untuk taubat dari semua keburukan terlebih dulu. Setelah itu dilanjutkan dengan mengambil air sembahyang & mendirikan sholat 2 rakaah.

“Aku niat sembahyang sunnah taubat 2 rakaat karena Allah.”

Tata Cara sembahyang Taubat

Sholat taubat itu dilakukan berjumlah 2 rakaat dengan rukun layaknya sholat yang lainnya. Namun jika mau, kita bisa memperlama sujud terakhir bertujuan dengan khusus berdoa dan mengakui seluruh dosa kita serta meminta ampunan dengan seluruh kerendahan pribadi dihadapan Allah SWT.

Sebagaimana yang disebutkan pada hadist, “Yang terdekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah do’a tatkala itu.”(HR. Muslim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *